Rabu, 17 Oktober 2012

Membaca Hasil Tes Urin Lengkap

Pemeriksaan ini terdiri dari:
1.      Pemeriksaan umum urine, terdiri dari pemeriksaan warna, berat jenis, pH, protein dan beberapa zat hasil metabolisme tubuh.
2.      Pemeriksaan sedimen (endapan) urine terdiri dari pemeriksaan eritrosit (sel darah merah), leukosit (sel darah putih), adanya kristal, epitel, bakteri maupun jamur.
Warna urine
Normalnya berwarna kekuningan atau putih jernih
Merah yang menandakan adanya darah
Seperti teh seperti pada kasus kelainan hati.
Kehijauan/ Kuning pekat akibat mengkonsumsi obat-obat tertentu.

Berat jenis urine
Harga  normal berat jenis urine ini adalah 1,005-1,030.
Berat jenis yang menurun  terjadi pada kasus-kasus yang membuat urine lebih encer, seperti overload cairan, hipotermi (penurunan suhu tubuh) dan penyakit diabetes insipidus.
Berat jenis yang meningkat  dapat terjadi pada kondisi yang membuat urine lebih pekat, seperti dehidrasi, demam, luka bakar dan gangguan ginjal.

pH urine
Normalnya pH urine berkisar antara 5-8.
Urine yang asam dapat terjadi pada kasus acidosis, diabetes yang tidak terkontrol, diare, kelaparan, dehidrasi, penyakit pernafasan seperti kasus sesak nafas.
Urine yang lebih basa pada kondisi  infeksi saluran kencing karena kuman proteus, obstruksi pyloric, keracunan salisilat (aspirin), gagal ginjal kronik dan penyakit ginjal lainnya.
Protein
adalah bahan yang dibutuhkan tubuh, sehingga tidak boleh dibuang dalam urine.
Bila terdapat protein dalam urine maka patut dicurigai ada masalah dengan organ yang bertugas menyeleksi keluarnya protein ini yaitu ginjal, tapi bisa juga pada kondisi panas tinggi dan dehidrasi berat.

Nitrite dalam urine
Nitrite ini lebih mengarah pada adanya infeksi karena kuman akan merubah nitrat dalam urine menjadi nitrit.

Biliribun dan urobilinogen
Kedua bahan ini adalah produk dari liver atau hati, salah satu fungsinya adalah memberi warna kuning pada urine. Kadarnya dalam urine  akan meningkat sehingga urine tampak seperti teh. Kondisi ini dapat terjadi pada kasus gangguan hati seperti hepatitis, tumor hati dan gangguan di sistem empedu.
Reduksi urine
Pemeriksaan ini dulu sering dilakukan sebagai pertanda adanya gula di dalam urine, apabila positif menunjukkan adanya kadar gula dalam tubuh seseorang. Kelemahannya adalah pemeriksaan ini tidak menggambarkan kadar gula dalam darah, sehingga saat ini tidak dapat dijadikan dasar penegakan diagnosis kencing manis.

Eritrosit (sel darah merah)
Dalam keadaan normal tidak didapatkan adanya darah di dalam urine, adanya darah (eritrosit) dalam urine mungkin akibat perdarahan di saluran kencing (adanya batu, tumor yang berdarah, infeksi saluran kencing, ginjal yang kekurangan darah/infark) atau pada wanita yang sedang haid akibat kontaminasi, itulah sebabnya pemeriksaan urine ini tidak disarankan untuk wanita yang sedang haid.

Leukosit (sel darah putih)
Leukosit adalah tentaranya tubuh kita, apabila ada infeksi atau luka di saluran kencing,maka jumlah leukosit akan meningkat, leukosit juga akan meningkat akibat kontaminan misalnya akibat keputihan. Secara normal kadar leukosit dalam urine adalah 0-5 per lapangan pandang bila dilihat dengan mukroskop. Setelah mencari adanya darah dan leukosit, yang kita cari adalah adanya silinder. Silinder adalah endapan protein yang terbentuk di dalam tubulus ginjal, adanya silinder ini menunjukkan adanya penyakit yang serius dari ginjal misalnya radang pada ginjal.

Kristal
Kristal dalam urine tidak selalu berhubungan dengan adanya batu di saluran kemih, kristal merupakan hasil metabolisme normal dari tubuh. Jenis makanan, kecepatan metabolisme dan kepekatan urine serta banyaknya makanan yang dikonsumsi akan mempengaruhi adanya kristal dalam urine.

Epitel
Epitel ibarat batu bata di dinding saluran kemih kita, jumlahnya akan meningkat apabila didapatkan adanya infeksi, radang dan batu saluran kemih.

Benda Keton
Benda-benda keton (keton bodies). Benda ini terdiri dari aseton, asam asetoasetat dan asam 13-hidroksibutirat. Puasa yang lama, diabetes mellitus (kencing manis) dan gangguan metabolisme lemak akan meningkatkan jumlah benda keton dalam urine.

Semoga Membantu

4 komentar:

  1. Terima kasih, postingannya sangat membantu.

    BalasHapus
  2. Terima kasih informasinya :D

    BalasHapus
  3. mau tanya jika urine berwarna coklat bisa lulus hasil tes medical checkup?

    BalasHapus
  4. @eugene mutiara : untuk urine berwarna coklat harus dilihat kandungan apa yang memberikan warna urine menjadi coklat tersebut. Lulus tidaknya tergantung dari kandungan urine tersebut. Saran kami sebaiknya dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk urin rutin dan darah lengkap sebelum maju MCU utk masuk perusahaan. Semoga membantu.

    BalasHapus